KERIPIK BAWANG

Posted: February 1, 2011 in Makanan

Bahan:

250 gram Tepung Terigu

1 sendok makan Margarin

1 butir Telur Ayam (di kocok)

100 cc Air (Putih)

1/2 bungkus Bumbu Masak

1 sendok teh Garam

4 siung Bawang Putih (di haluskan)

Cara Membuat:

1. Remas semua bahan dan bumbunya jadi satu

2. Setelah adonan raat, gilas sampai tipis, potong-potong kecil persegi dan lipat

3. Gorenglah dalam minyak yang panas

Dipikir-pikir kalo bikinnya cuma 250 gram, hasilnya bakal dikit, paling gak sampe sehari pasti abis dimakan dan rugi di waktu. Akhirnya coba modif resep yang ditas jadi 8 kalinya 🙂 berarti terigunya jadi 2 kg. Lebih lengkapnya resep yang gue pake adalah sebagai berikut (asli ngasal… gak semua komposisi bahan dikali 8 hehehe):

2 kg Tepung Terigu

1 bungkus Margarin (200 gr)

5 butir Telur Ayam

Air putih sesukanya 🙂

3 bungkus Bumbu Masak

Garam sesuai selera

1 Bonggol Bawang Putih

Beberapa siung Bawang Merah

1 sendok teh Lada Hitam Halus (itu juga dapet sisa :p)

Bahan Pembuat Keripik Bawang

Pertama-tama kita siapkan tepung terigu kedalam suatu wadah, misalnya baskom. Kemudian taburkan semua Bumbu Masak kedalam tepung terigu seperti terlihat pada gambar berikut

Campur Bumbu Masak dengan Tepung Terigu

Tambahkan juga garam secukupnya

Tambahkan Garam

Masukan semua telur kedalam suatu wadah, kemudian kocok hingga merata. Setelah semua dikocok, masukkan hasil kocokan kedalam adonan.

Tambah Telur yang sudah di kocok

Bawang Putih (dan Bawang Merah) di haluskan (bisa dengan ulekan atau mesin blender. Bawang yang sudah halus tersebut kita masukkan kedalam adonan.

Tambah Bawang yang sudah dihaluskan

Jika suka, tidak ada salahnya menambahkan lada hitam, ya ini sebagai pemanis saja. Karena nantinya di dalam keripik akan ada warna hitam-hitam dari lada hitam ini… ya intinya sih biar lebih seru dan sukur-sukur rasanya lebih baik 🙂

Tambahkan lada hitam (jika suka)

Tambahkan margarin agar adonan terasa lebih empuk, gurih dan tentunya lebih harum (setidaknya bau margarin lebih enak dari tepung terigu).

Tambahkan Maragrin

Tambahkan air putih secukupnya. Jika air yang dimasukkan terlalu sedikit, maka adonan akan sulit untuk menyatu, tapi jika air terlalu banyak maka adonan bisa elastis (melar) seperti karet dan sulit untuk di bentuk karena lengket-lengket.

Oh iya harus diperhatikan juga, sebaiknya pemberian air dilakukan setelah semua adonan dimasukkan, karena bahan seperti telur dan margarin dapat merekatkan adonan seperti air, oleh karena itu gue gak pernah mematok berapa cc air yang harus di campurkan. Jika adonan telah menjadi kalis, maka kita tidak perlu menambah air seperti di resep.

Tambahkan Air Putih

Jika semua bahan telah dimasukkan, maka saatnya kita mengaduk bahan-bahan diatas menjadi adonan untuk keripik bawang

Aduk bahan-bahan menjadi satu

Jika adonan sudah menjadi kalis maka akan tampak seperti berikut

Adonan Keripik Bawang yang sudah kalis

Setelah beres membuat adonan, ada pekerjaan lain yang lumayan membuat lelah yaitu Menggiling adonan agar tipis sesuai selera kita. Sebaiknya untuk membuat ini di sarankan memiliki “gilingan mie” (gue gak tau nama tepatnya). Cuma alat ini memang sangat berguna sekali untuk mengatur ketebalan keripik yang kita inginkan. Untuk membuat adonan setipis yang kita inginkan pun harus lebih bersabar, karena kita harus menggilingnya pada ketebalan yang paling tebal, setelah itu jadi maka kita bisa tipiskan, dan jika ingin ditipiskan lagi kita harus giling ulang dengan menge-set ketebalan sesuai dengan yang kita inginkan. Intinya harus bersabar (apa lagi gue bikinnya 2 kg terigu tea…, ripuh)

Giling adonan hingga setipis yang kita inginkan

Jika adonan sudah tipis, maka kita bisa membentuk ukurannya sesuai selera. Biasanya di gilingan mie kita bisa memanfaatkan gilingan yang ada untuk memotong adonan seperti mie. Sengaja gak dibikin panjang-panjang makanya hasil potongannya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini. Oh iya cara ini juga yang “lebih praktis” ketimbang kita memotong-motong sendiri.

Bentuk Stick

Atau jika kita memiliki selera yang lain, tak ada salahnya juga membuat dalam bentuk lembaran-lembaran seperti tampak pada gambar dibawah. Untuk melakukannya kita tidak harus menggunakan alat seperti yang terlihat di gambar berikut, tapi bisa juga menggunakan pisau dapur… yang penting jangan terlalu keras waktu membuatnya… ntar bisa sompal lagi mejanya 🙂

Bentuk Lembaran

Kalau langkah diatas sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya yang tidak kalah bikin males adalah menggorengnya! untung adik gue mau ngebantuin ngegoreng… kalo gak bisa gempor ngerjain ini. Kalo bisa apinya jangan terlalu besar, sedang-sedang saja. Api yang terlalu besar akan membuat lembaran keripik menjadi bergelembung-gelembung dan pastinya didalamnya akan ada banyak minyak goreng yang terperangkap… dan itu bikin makan keripiknya jadi kurang asik (menurut gue…)

Goreng Lembaran ataupun Stick yang sudah dibuat

Setelah digoreng dengan api sedang, tunggu agar gorengan tampak berwarna kuning ke coklatan. Setelah gorengan berwarna kuning ke coklatan, itu berarti bahwa gorengan siap diangkat ditiriskan dan siap di konsumsi. Oh iya tingkat kecoklatan itu tergantung selera masing-masing sih… cuma kalo warna gorengan itu seringkali akan berubah menjadi lebih kecoklatan setelah di tiriskan. Tapi, selama gak gosong ya masih layak di konsumsi kok… 🙂

Tiriskan hasil gorengan

Jika gorengan sudah ditiriskan, berarti gorengan telah menjadi keripik bawang yang siap untuk di konsumsi dan juga di simpan. Berhubung terlalu asik makan sampe lupa deh gue memfoto keripik-keripik ini yang udah di masukin ke toples :). Lumayan banyak juga sih, setidaknya bahan-bahan yang gue pake menghasilkan hampir 1 kotak yang gede.

Catatan:

Awalnya gue berharap banyak bahwa rasanya akan sesuai dengan target… ternyata eksperimen kali ini rasanya tidak benar-benar mencapai target yaitu mendapatkan keripik bawang yang benar-benar berasa bawang :). Awalnya agak kecewa, kemana nih rasa bawangnya? Akhirnya gue hanya bisa merenungi ke sok-improve-an gue yang menambah bahan dasar tanpa mengalikan jumlah bahan-bahan yang lain sesuai komposisi. Awalnya terigu itu cuma 1/4 kg (250 gr) dan gue bikin jadi 2 kg dan itu berarti bertambah sekitar 8 kali dan artinya yang lainnya juga harus dikali 8. Tapi gue cuma pake telor 5 butir (harusnya 8), bawang cuma 1 bonggol yang jumlahnya tidak sampai 32 siung dan ini adalah faktor paling mendasar kenapa keripik gue kurang “kerasa” rasa bawangnya.

Selain itu gue terlalu malas untuk menakar banyaknya margarin yang seharusnya hanya 8 sendok makan, tapi gue bikin 1 bungkus (200 gr) margarin. Alhasil rasa bawangnya “tenggelam” oleh rasa mentega yang kayaknya kebanyakan ini. Telur dan Margarin kalo menurut pengalaman gue bisa bikin adonan terasa lebih empuk, halus, dan renyah… hanya saja kali ini sepertinya jumlah margarinnya terlalu banyak… Tapi beruntunglah margarin itu rasanya lumayan gurih… jadi meskipun begitu hasil dari eksperimen kali ini menghasilkan keripik yang memiliki tekstur yang lembut dan renyah khas margarin, ya setidaknya tidak terlalu buruk lah…

Gue sih ngerasa eksperimen kali ini rada gagal, karena tujuan menciptakan keripik bawang tidak tercapai karena rasa yang dominan malah rasa margarin :). Kalo bikin keripik margarin sih gue sih udah biasa bikin dari jaman SD mengisi libur sekolah yang panjang. Dulu kalo bikin keripik ini sengsara deh, soalnya gak punya gilingan mie, jadi gue ngegilingnya pake bekas botol sirup.

Kalo tau rasanya jadi rasa mentega… sekalian aja buat apa gue campur bawang dan telur :-|, buang-buang duit aje 🙂 Tapi kalo gak di coba mana kita bisa tau kan? 😉

Oh iya gue juga ngerasa cara mengaduk gue agak salah… kayaknya sih semua bumbu seperti garam, Bumbu Masak, Bawang yang sudah di haluskan itu di campur dulu dengan telur yang sudah di kocok dengan air, nah kalo sudah baru di campur ke dalam terigu. Gue menduga kalo cara ini dilakukan rasanya tentunya akan lebih merata ketimbang cara diatas, dan bener juga sih… kalo gue “beruntung” gue emang bisa ngerasin keripik bawang yang bener-bener rasa bawang, kalo lagi “sial” ya rasanya lebih dominan rasa mentega 🙂

Kesimpulan kali ini:

– Perhatikan komposisi bahan, jika ada bahan yang ditambah, maka bahan yang lainnya juga harus ditambah.

– Kalo mau buat keripik bawang, jangan tanggung-tanggung buat nambahin bawangnya, kalo gak ya kayak punya gue ini :).

– Jangan terlalu agresif menambahkan mentega, secukupnya aja… bahkan kalo mau empuk yang bagus sebaiknya di banyakin telurnya aja… tapi namanya juga keripik, kalo terlalu lembut malah tidak jadi keripik kan :p.

– Penggunaan lada hitam menambah menarik bentuk keripik, disamping membuat kaya rasa. Sayangnya gue makenya dikit… abis cuma segitu-gitunya sih yang tersedia di dapur.

– Proses pembuatan relatif sederhana, cuma bikin cape waktu ngegiling, dan memakan waktu pada saat penggorengan tapi secara keseluruhan prosesnya relatif sederhana sih

Last but not Least! Gue harus coba lagi bikin keripik bawang dengan porsi bawang yang lebih banyak! :->

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s